Masukkan Iklan Gratis Anda di Sini

Ingin membuat iklan secara gratis? masukkan di Sini..

Daftar restoran halal di tanah Batak

Temukan rahasisa tersembunyi benua Afrika di Sini

Berita Pertanian

Temukan seluk beluk pencapaian sasembada pangan Indonesia

Indonesia Jelajahi Ruang Angkasa

Klik di Sini, untuk melihat misi ruang angkasa Indonesia

Jelajahi Indonesia dalam Satu Portal

Lihat berita terkini Indonesia di Sini

Tuesday, March 20, 2018

Kabupaten Ini Ingin Bentuk 100 BUMDes di Tahun 2018

WARDES -- Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali memaksimalkan fungsi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menggerakkan dan meningkatkan ekonomi rakyat. Saat ini, Tabanan telah memiliki 68 BUMDes dari total 133 desa yang tersebar di wilayah Tabanan.

Artinya, 50% desa di Tabanan sudah memiliki badan usaha. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menjelaskan, pemerintah Tabanan hadir dalam BUMDes dengan memberikan modal BUMDes yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp200 juta tiap BUMDes.

"Tahun ini targetnya menjadi 100 BUMDes. Mudah-mudahan tahun depan semua desa punya BUMDes yang memasarkan produk olahan petani kita kepada pasar bebas," ujarnya di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bapelitbang Kabupaten Tabanan Ida Bagus Wiratmaja menjelaskan, Tabanan menerapkan konsep kemandirian bagi petani di mana petani sebagai penanam, pengolah, sekaligus pemasar dari produknya pertaniannya.

Dalam hal ini peran BUMDes sangat penting bagi petani Tabanan. BUMDes bertugas untuk membeli produk olahan dari petani dengan menyesuaikan harga di pasar sehingga tidak merugikan petani Tabanan.

"Jadi petani diam di rumah, produk diambil oleh BUMDes, uangnya BUMDes dikasih oleh pemerintah Rp200 juta untuk beli produk secara cash ke petani," jelas dia.

Baca Juga: Kunci Sukses Ni Putu Eka Wiryastuti Menjadi Pemimpin Wanita

Selanjutnya, BUMDes akan menjual produk olahan petani Tabanan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMDa) Tabanan. Proses pemasaran terakhir akan dilakukan oleh BUMDa melalui konsiliasi dengan perusahaan.

Untuk meningkatkan produk pertanian, maka Tabanan memiliki konsep pertanian tematik yang diterapkan pada lima desa. Konsep tersebut dikenal dengan nama Nikosake atau kependekan dari empat produk unggulan, yaitu nira, kopi, salak, dan kelapa.

Ida Bagus menjelaskan, setiap desa memiliki produk unggulan. Lima desa tersebut meliputi Desa Wanagiri dengan produk unggulannya kelapa serta sedikit salak.

Lalu Desa Belimbing dengan produk unggulannya nira, di Desa Belimbing juga ditemukan kelapa dan salak dengan jumlah yang tidak dominan.

Selanjutnya, Desa Sesandan dengan empat komoditas tersebut. Adapula Desa Lumbung dengan produk unggulannya kopi Lea dan salak. Serta Desa Lumbung Kauh yang menghasilkan kelapa serta diolah menjadi berbagai produk seperi sabun.

Dengan peran BUMDes yang sifatnya jemput bola kepada produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di pedesaan, maka Tabanan bisa memaksimalkan peran kaum wanita. Tercatat 70% dari petani pengilah produk adalah wanita.


More

Sunday, December 24, 2017

Free Energy dan Simbol Ilmu Batin dalam Bendera Sisingamangaraja

WARDES -- Akademisi dari Hawaii, Uli Kozok, dalam akun Facebooknya, menampilkan beberapa simbol dan bacaan yang disebutnya berada dalam bendera Sisingamangaraja yang disita oleh Belanda.

Simbol-silmbol tersebut, berhurufkan Arab/Jawi dan dia meminta followernya untuk ikut memecahkan teak-teki di balik simbol-simbol tersebut.

Para pembaca menyebutnya sebagai wifiq ada juga menyebutnya sebagai wifiq.

Angka-angka ynag terlihat dalam gambar tesebut sekilas mirip matematika vorteks yang diperkiranakan dapat menghasilkan free energy (baca) yang belakangan istilah ini populer disandingkan dengan Tesla.



Penggunaan simbol-simbol ini pernah dijauhkan (baca) saat ilmu pengetahuan antariksa/astronomi mengalami kebuntuan (baca) sehingga mengarah kepada astrologi (baca) atau sihir. (baca)



Walaupun yang terakhir agak sulit dibedakan oleh orang awam dengan istilah ilmu ghaib atau ilmu bathin yang masih ada yang memahaminya.

Bagaimana menurut anda?


Monday, September 11, 2017

Baterai Smartphone Berbasis Air agar tak Mudah Meledak

WARDES -- Tentu Anda masih ingat dengan insiden meledaknya Samsung Galaxy Note 7 tahun lalu yang disebabkan oleh baterai yang cacat dan desain yang ramping, sehingga memaksa Samsung untuk menarik seluruh Galaxy Note 7 dari peredaran.

Tak ingin kejadian yang sama terulang kembali, Samsung telah melaksanakan berbagai tes kualitas pada baterai untuk memastikan keamanan secara keseluruhan. (gambar ilustrasi) Beberapa perusahaan juga meneliti tentang teknologi baru yang dapat mencegah risiko baterai yang meledak. Baru-baru ini sebuah tim peneliti dari University of Maryland bekerja pada baterai berbasis air dan telah menerbitkan penelitian mereka dalam jurnal Joule.

Saat ini kebanyakan smartphone menggunakan baterai lithium-ion, dimana baterai tersebut mengandung elektrolit yang membantu dalam pergerakan ion antara elektroda. Namun karena elektrolit ini terbuat dari bahan kimia organik, mereka dapat menyala pada beberapa kondisi. Sementara elektrolit berbasis air yang tahan api memang sudah ada, tetapi mereka tidak terlalu kuat karena air sangat tidak reaktif di alam. Para peneliti telah menemukan baterai lithium-ion yang menggunakan air untuk menggantikan bahan kimia organik.

Selain itu, baterai ini juga terbilang kuat sebagai pengganti bahan kimia dan kelebihannya bahan air tidak akan meledak. Elektroda pada baterai baru ini mengandung lapisan yang tidak akan rusak ketika terjadi kontak dengan elektrolit berbasis air. Bahkan, baterai yang baru dikembangkan ini berfungsi lebih baik daripada baterai berbasis air yang sudah ada.

Sayangnya, masih ada satu masalah utama pada jenis baterai baru ini, dimana baterai hanya dapat berfungsi sekitar 70 siklus. Sementara baterai yang diperlukan untuk smartphone harus memiliki ketahanan yang lebih lama, sekitar 500 siklus. Jadi, para peneliti harus membereskan masalah ini agar baterai jenis baru ini bisa digunakan untuk perangkat sehari-hari.

More